Langsung ke konten utama

Film : Fury (2014)

 Fury adalah film yang fokus. Tidak melebar dan berhasil menceritakan perang dunia dari sudut pandang “tank crewmen”. Jarang ada film yang menyorot tentang pasukan “tank” dan kesulitan-kesulitan mereka dalam menghadapi rudal/senjata penghancur tank/tank yang lebih canggih.

fury_ver2_xlg

Fury menceritakan tentang tank bernama “Fury” yang dipimpin oleh Don “Wardaddy” Collier (Brad Pitt), beranggotakan Bible (Shia Lebouf), Gordo (Michael Pena), Gardy “Coon-ass” (Jon Bernthal). Setelah kehilangan salah satu anggotanya dan menjadi satu-satunya tank yang lolos perang, mereka harus menerima anak muda ingusan bernama Norman (Logan Lerman) dalam timnya. Wardaddy harus mendidik Norman agar menerima realita kerasnya perang, agar ia tidak membahayakan timnya dan tentunya tidak terbunuh dengan cepat. Mereka terus dikirim dari 1 kota ke kota yang lain di Jerman untuk menembus pertahananan dan menguasai kota. Tetapi misi mereka sangat sulit, karena jumlah tank sekutu hanya tersisa 4 dan tank mereka kalah canggih dengan tank NAZI. Hingga pada akhirnya, hanya mereka yang tersisa satu-satunya (lagi), dan nasionalisme mereka pun diuji, apakah mereka akan kabur atau tetap bersama tank mereka tercinta dan mempertahankan posisi.

Dari segi akting, tidak bisa diragukan, Brad Pitt mampu menunjukkan sosok pimpinan perang dengan berkarisma. Yang paling mengesankan, Shia Lebouf pun mampu membawa perasaan penonton ikut miris hanya dengan melihat mukanya. Namun yang mengejutkan adalah Logan Lerman yang menunjukkan bahwa ia mampu berakting lebih daripada sebagai Percy Jackson. Dua aktor yang lain, Michael Pena dan Jon Bernthal juga tidak kalah kompak dan berhasil membangun chemistry yang baik.

Film ini tidak sempurna karena durasi dan banyaknya adegan yang sebenarnya tidaklah penting untuk ditunjukkan. Dari segi cerita pun sebenarnya tidak ada yang terlalu spektakuler, bahkan cenderung terlalu monoton. Untunglah produksi film ini cukup mengesankan, detail-detail yang ada di set pun terlihat indah. Sudut pengambilan kamera juga membantu pemandangan menarik untuk dilihat. Sehingga pada adegan-adegan yang membosankan pun penonton masih bisa menikmati apa yang terlihat di layar. Editing film cukup baik tetapi ada beberapa adegan perang yang tampak agak “terpotong-potong”, yang membuat kita tidak tahu dari mana orang-orang ini datang/menyerang.

Meski tidak sempurna, film ini banyak menyorot sisi gelap manusia, ketika berurusan dalam perang. Seperti yang dikatakan Bible, sebagai sosok yang paling rohani: kita akan kaget melihat apa yang bisa dilakukan manusia terhadap sesamanya (dalam perang). Pada realitanya, dalam sejarah, memang manusia dapat kehilangan jati dirinya dan berubah menjadi mesin pembunuh, melupakan hati nurani dan menjadi haus darah akan musuh-musuhnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NASA

NASA didirikan pada tahun 1958, menggantikan National Advisory Comitte for Aeronautics (NACA). Badan baru ini memiliki orientasi sipil yang berbeda, mendorong penerapan damai di ilmu ruang angkasa.Sejak didirikan, sebagian besar penjelajah antariksa AS dipimpin oleh NASA, termasuk misi pendaratan di bulan  (Apollo), stasiun luar angkasa  Skylab , dan kemudian  Pesawat Ulang Alik . N ASA mendukung  Stasiun Luar Angkasa Internasiona l   dan mengawasi pengembangan  wahana antariksa Orion ,  Space Launch System , dan Commercial Crew. Badan tersebut juga bertanggung jawab atas Launch Services Program, yang memberikan pengawasan atas operasi peluncuran dan manajemen hitung mundur untuk peluncuran NASA tanpa awak. Ilmu pengetahuan NASA difokuskan pada pemahaman yang lebih baik tentang  Bumi  melalui  Earth Observing System ; memajukan  heliofisika  melalui upaya Program Penelitian Heliofisika milik Scienc...

Game Subnautica : Below Zero

 Pada 2018 lalu, developer asal San Fransisco, Unknown Worlds Entertainment, telah sukses merilis sebuah game petualangan bawah laut berjudul Subnautica . Nah, tahun ini, tepatnya 14 Mei 2021, mereka kembali merilis kelanjutan dari game pertamanya dan diberi judul Subnautica: Below Zero . Game ini bisa dimainkan secara multiplatform, mulai dari PC, PS4 , PS5 , Xbox One, Xbox Series X, macOS, hingga Nintendo Switch. Jika kita melihat kehebohan pada seri pertamanya, tak heran jika banyak gamer punya ekspektasi sangat tinggi terhadap judul kedua ini. Ya, pada 2018 lalu, Subnautica berhasil menjadi salah satu game terbaik dengan review yang selalu positif. Kondisi ini sebetulnya bisa menjadi bumerang bagi pengembang jika mereka terpeleset di seri keduanya. Namun, mereka bisa membuktikan bahwa Subnautica: Below Zero bisa tampil dengan sama bagusnya. Penasaran dengan ulasan dari game ini? Yuk, simak review Subnautica: Below Zero berikut ini. Siapa tahu game yang disutradarai oleh Ch...

Astronot Asal Indonesia

  Pada tahun 1987, Indonesia berhasil mengukir sejarah di mata dunia. Astronot wanita pertama Indonesia bahkan Asia, Pratiwi Sudarmono direncanakan akan terbang menjelajah angkasa untuk misi tertentu.  Akan tetapi, hal ini tidak berjalan lancar. Insiden Challenger menjadi penyebab mengapa perjalanan Pratiwi tidak sesuai rencana.  Berikut profil dan kisah lengkapnya. Pratiwi Sudarmono, Astronot Perempuan Pertama Indonesia Arab Saudi baru memiliki astronot perempuan pertama tahun ini.  Kalah jauh dari  Indonesia  yang mempunyai antariksawan pertama wanita, Pratiwi Pudjilestari Sudarmono sejak 1987.  Tidak hanya di Indonesia kala itu, Pratiwi juga merupakan astronot wanita pertama di Asia. Nama Pratiwi sangat popular di era 1980 karena terpilih menjadi antariksawan Indonesia, untuk mengembangkan proyek  DNA  dan eksperimen ilmiah lainnya.  Indonesia sangat bangga atas prestasi Pratiwi. Tentu saja ini bukan tanpa alasan.  Sebab, para as...